KPU Ngada Gelar Pemantapan Penggunaan Aplikasi SILON

KPU Ngada Gelar Pemantapan Penggunaan Aplikasi  SILON
Rapat Koordinasi penggunaan aplikasi SILON di Aula KPU Ngada, Kamis (06/02/2020)

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Ngada gelar pemantapan terakhir aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (SILON) bertempat di Aula KPU Ngada, Kamis (6/02/2020). Acara pemantapan penggunaan aplikasi sistem informasi pencalonan dihadiri  oleh para operator SILON dari dua pasangan calon yaitu FIRMAN (Fridus Muga dan Herman Say) dan DOA (Dorothea Dhone dan Arnoldus Keli Nani).

Acara ini merupakan acara lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang diadakan di Aula KPU Ngada. Acara ini dibuka oleh Stanislaus Neke selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Ngada. Stanislaus menyampaiakan bahwa tujuan dari diadakannya acara pemantapan aplikasi SILON ini adalah untuk memastikan bahwa para operator tidak mengalami kendala dalam penggunaan aplikasi. “Sekali lagi bukan untuk mengintervensi tetapi kami hanya ingin memastikan bahwa SILON tidak bermasalah apalagi tanggal pemasukan berkas sudah semakin dekat yaitu tanggal 19-23 Februari”, ungkap Stanislaus.

Hal senada juga disampaiakan oleh Pimpinan Rapat, Aloysius Raubata, selaku Anggota KPU Ngada. Rapat terakhir ini terkait persiapan penyerahan formulir B1, B1.1 dan B2 yang semakin dekat. “Kami hanya ingin memastikan penginputan tidak ada masalah dan kami tidak tidak harus mengetahui jumlah angka, tetapi apa saja kendala yang dihadapi dengan waktu yang semakin singkat ini”, ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, operator Doa dan Firman diberikan kesempatan untuk menyampaiakan kendala yang dihadapi. Operator Doa, Yoseph Da Cruz menyampaikan bahwa jumlah pendukung sudah sesuai dengan jumlah yang ditetapkan. “Terkait jumlah sudah sesuai dengan yang diberikan KPU,”ungkapnya. Selain itu, operator dari paket Firman, Gede Putu Arya Oka mengungkapkan bahwa hingga saat ini pengecekan secara internal sudah dilakukan tetapi mereka meminta kejelaskan terkait submit. “Kami usulkan submit data, terkait batas waktu karena submit merupakan hal penting”, ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Aloysius Raubata langsung berkoordinasi dengan pihak provinsi dan dari pihak provinsi menyampaiakan bahwa sebaiknya data yang sudah ada dikunci jumlah akhirnya sehingga data antara Silon dan print out tidak ada perbedaan. “Submit dilakukan pada saat penyerahan berkas sedangkan print out bisa dilakukan saat ini juga jika teman-teman sudah yakin kalau data memang sudah cukup. Tetapi sekali lagi kami katakan bahwa antara printout dan Silon tidak ada perbedaaan, jumlahnya harus sama,” tegas Aloysius.

Ketua KPU Ngada, Stanislaus Neke menyarankan agar semua pasangan calon menyampaikan kapan waktu penyerahan. “Besar harapan, para pasangan calon berikan informasi kapan terakhir menyerahkan syarat dukungan. Kami juga menyarankan untuk setiap pasangan calon sertakan juga data penghubung dengan tim di kecamatan dan desa”, ungkap Stanislaus. Ia juga menegaskan agar data yang diinput valid agar tidak terjadi masalah. (Kethy)